Sunday, June 18, 2017

Jangan batasi bacaanmu..!

"Buku adalah jendela dunia"

Kutipan di atas mungkin ada di setiap perpustakaan sekolah atau perpustakaan umum. Saat ini, di saat hampir semua orang lebih sering melihat handphone daripada membaca buku, dan informasi bisa dicari hanya dengan mengetik google.com apakah buku masih jadi favorit untuk teman perjalanan kita atau kita masih menyempatkan untuk membaca buku?

Bagiku, buku selalu punya tempat tersendiri. Waktu kuliah ada tempat peminjaman buku dekat kampus, namanya TOP. Kita bisa meminjam maksimal 5 buku dengan jangka waktu 1 minggu. Saya dan teman-teman kost seringkali bertukar buku yang kami pinjam disana. Kok gak pinjam di perpustakaan kampus? Karena di perpus kampus gak ada novel Harry Potter hahaha...

Kalo sekarang, karena tinggal di Sidoarjo, perpustakaan umum Sidoarjo jadi salah satu tempat favorit, selain karena tempatnya lumayan cozy, koleksi buku disini lumayan lengkap. Dan yang selalu wajib dibaca adalah majalah Idea Rumah dan majalah Ayah Bunda hehe..

'Kan belum hamil? Ngapain baca tentang pregnancy/parenting?'

Karena menurut teman-teman yang sudah mempunyai buah hati, belajar tentang kehamilan, parenting, mpasi daan lain-lain kalo nunggu hamil gak bakal keburu hehe.. Dari sejak masih belum nikah-pun di kantor saya rutin buka theurbanmama.com wkwk..

Kalau sampai sekarang belum diberi buah hati, yaaa anggep aja ilmunya nanti buat tabungan. Paling nggak kalo ngumpul sama temen-temen yang uda punya baby saya dikit-dikit bisa nyambung ngobrolnya wkwk.. Siapa tau juga bisa memperkaya ilmu tentang copywriting, atau paling nggak bisa buat bahan nulis blog kayak sekarang ini hahaha..

Jadi untuk para perempuan-perempuan. Jangan batasi diri dengan bacaanmu. Baca apa yang ingin kau baca, dan amalkan ilmunya.

Selamat membaca

Tuesday, May 30, 2017

Cerita Kopi

Pernahkah kalian minum kopi sampai semalaman nggak bisa tidur? Kalo saya  sih SERING😁 Contohnya malam ini, setelah minum secangkir kopi tubruk.

Flashback waktu jaman kuliah dulu, kopi (kopi hitam) adalah satu-satunya minuman yang hampir selalu menemani terutama waktu ngerjain paper atau ujian UTS/UAS.  Kalo uda minum kopi, bawaannya langsung seger dan otak bisa diajak kerja sama hihi..

Pas udah kerja, malah lebih parah, tiap hari selalu ngopi. Pernah sampe tingkatan 'kalo nggak ngopi sehari itu pasti pusing', pacar saya waktu itu (yang sekarang sudah jadi suami 😜 ) sampe geleng-geleng kepala dan bilang saya uda kecanduan kopi, "dikurangi lah dikit-dikit ngopinya, sesuatu yg berlebihan itu gak bagus lhoo.. 😇 " hihihi.. Mungkin dia khawatir kalo selera kopi saya bakal meningkat dari yang awalnya kopi tubruk, berubah jd kopi luwak yg mahal banget itu 😂😂

Kalo menurut dokter.id , kafein yang terkandung dalam segelas kopi dapat berbeda-beda tergantung pada proses pembuatan atau penyeduhan kopi tersebut. Terdapat sekitar 95 mg kafein di dalam segelas kopi seduh, 62 mg kafein di dalam kopi instan, 2 mg kafein di dalam kopi dekaf, dan 64 mg kafein di dalam segelas espresso. Kafein yang terdapat di dalam kopilah yang membuat rasa kantuk menghilang. Kafein bekerja dengan cara menstimulasi sistem metabolisme dan sistem saraf pusat tubuh kita sehingga kita merasa lebih bertenaga, tidak mengantuk, dan meningkatkan konsentrasi.

Tapiii...ada juga lho orang yang nggak ngefek banget sama kopi, contohnya ya suami sendiri.. Habis jaga pos kamling, minum bergelas-gelas kopi item, kalo uda deket bantal cepet banget tidurnyaa 😑 how come??

Trus biasanya, ngapain kalo uda gak bisa tidur gini?

Bikin to do list 😜😜

Besok PR nya ngapain, bikin target yang belum tercapai, bikin list mau belajar apa.. duh macam orang sibuk yes..hihi.. tapi yang paling gak boleh lupaa adalaaaah... liat update film korea, episode terbaru uda kluar apa belom hihihi...

Saturday, October 31, 2015

Bakso Sapi




Bagi saya, hari raya Idul Adha merupakan anugrah dan cobaan. Anugrah karena biasanya dapet daging sapi atau kambing :D Di sisi lain juga merupakan cobaan karena saya harus putar otak mau diapain daging-daging ini? Pengalaman tahun kemarin pada saat memasak gulai kambing, bau jeroan kambing yang sangat menyengat berputar-putar di dapur dan halaman belakang rasanya cukup membuat saya pusing dan mual-mual sepanjang hari. Untuk tahun ini, saya berkali-kali browsing resep olahan daging kambing yang pas dan rendah kolesterol, daging kambing saja sudah tinggi kolesterol, kalo diolah bersantan pasti bakal dobel kolesterol bukan? Hehe
Ketika pak RT mengantarkan daging kambing, saya tersenyum-senyum bahagia karena daging yang saya terima adalah daging+iga sapi, daging dan iga kambing, yang penting bebas dari jeroan kambing hehe.. horeee.. Karena baru pertama kalinya kami mendapat daging sapi, suami request untuk dibuatkan bakso sapi. Setelah browsing sana-sini akhirnya pilihan kami jatuh pada resep mbak Endang (JTT), dengan komposisi daging sapi yang lebih banyak daripada tepung, menurut saya bakso ini terlalu enak ahaha, tapi gak papa lah kapan lagi ngerasain bakso yang bener-bener asli daging sapi? Hehe.. so langsung saja ini dia resepnya :

Bahan-bahan bakso :
·    500 gram daging sapi, hilangkan lemak-lemaknya
·   
25 ml air es
·   
1 sendok makan kecap ikan
·   
2 sendok teh garam (tambahkan jika kurang asin)
·   
1 sendok teh kaldu bubuk (optional)
·   
7 siung bawang putih, haluskan
·   
3 siung bawang merah, haluskan
·   
1 butir telur
·   
2 sendok makan tepung kanji/tapioca
·   
1 ¼ sendok the baking powder
·   
½ sendok the baking soda
·   
1 sendok teh gula pasir
·   
½ sendok makan minyak sayur
·   
1 sendok the merica bubuk

Bahan dan bumbu kuah bakso :
·   
2 sendok makan margarin untuk menumis
·   
2 bingkah bawang putih, cincang halus
·   
5 siung bawang merah
·   
3 batang serai
·   
3 ruas jari jahe, memarkan
·   
10 lembar daun jeruk (saya pakai 5 lembar)
·   
1 ½ sendok makan garam, tambahkan jika kurang asin
·   
Bawang goreng

Cara membuat :
·   
Siapkan daging, buang lemak-lemak daging dan potong-potong menjadi bentuk kubus
·   
Masukkan daging ke dalam food processor/blender, tambahkan air es sesendok demi sesendok hingga membentuk pasta
·   
Masukkan daging yang sudah halus dalam wadah, masukkan sisa bumbu (kecap ikan, garam, kaldu bubuk, bawang putih, bawang merah, telur, kanji, baking powder dan baking soda, gula, minyak dan merica bubuk) aduk hingga tercampur rata
·   
Rebus panci berisi air mendidih, ketika air telah mendidih matikan api kompor.
·   
Siapkan air es di sekitar panci, gunanya untuk membasahi tangan kita agar tidak lengket pada saat membentuk bakso
·   
Bentuk bakso dan masukkan ke dalam air panas hingga adonan bakso habis, tunggu hingga bakso mengapung, setelah mengapung tunggu beberapa saat agar matang sempurna, setelah itu angkat dan tiriskan
·   
Untuk kuah, panaskan margarin di atas wwajan, tumis bawang putih, bawang merah, serai, jahe daun jeruk
·   
Setelah berbau harum, masukkan dalam kuah rebusan bakso, tambahkan garam dan bawang goreng.

Jadi akhirnya makan malam plus sarapan kita menunya bakso terus, haha.. Walaupun kulkas bau bakso tapi aku rapopo hihihi..


 

Tuesday, September 15, 2015

Kuliner Sehari di Kota Malang

Traveling, gak lengkap rasanya kalo gak wisata kuliner, apalagi yang punya perut yang lapeer mulu kayak saya, hihi. Kesempatan jalan-jalan ke Malang kemarin bener-bener kami manfaatkan buat makan-makan sepuasnya *umpetin timbangan* hehe . So, bagi teman-teman yang ingin berwisata kuliner di Malang, mungkin referensi kuliner berikut bisa dijadikan pilihan :

1. Pecel Kawi

Lokasi pecel legendaris ini berada di Jalan Kawi Atas no. 43B Malang. Buka mulai pukul 9 pagi. Jadi bagi teman-teman yang dari subuh sudah nyampe Malang, bisa mampir-mampir dulu ke Alun-alun kota buat ngopi-ngopi atau jalan-jalan pagi. Balik ke si pecel kawi, jam 9 kami datang ke sini, antrian sudah lumayan banyak, begitu kami makan, antrian makin mengular sampai keluar toko, amazing sekali sodara-sodara haha.. Sebenarnya, pecel kawi ini sama dengan pecel-pecel yang lain, cuma yang menjadikan special adalah bumbu pecel yang maknyus banget.Teman-teman bisa memilih lauk sesuai keinginan, tersedia dari mulai telur, jerohan, perkedel hingga berbagai macam sate.

2. Bakso President

Ini nih kuliner yang wajib dicobain bagi penggemar bakso di Malang. Keunikan pertama, karena tempatnya berada pas di sebelah rel kereta api (belakang hotel Savana), jadi kalo pas tengah-tengah makan trus ada kereta api yang lewat, rasanya badan ikut bergetaar hahaha. Keunikan kedua itu menunya macem-macem dan yang pasti rasanya enaaak pake banget. 


Berhubung kami kesananya pas jam makan siang, antriannya mengular sampe 30 menit juga masih ngantri. Beberapa kali saya & suami bertelegram ria bahas menu apa aja yang mau dipesen pas ngantri, berubah lagi, berubah lagi sampe akhirnya kalap pesen banyak karena uda capek ngantri plus laper juga hihi.. Tipsnya jangan kesini kalo jam makan siang, daripada kelaperan terus kalap pesennya *kayak kita* hihi

3. Nasi Mbok Bug

Berada di sebelah stasiun kota Malang, cocok untuk teman-teman yang kelaperan sesudah perjalanan menuju kota Apel ini. Nasi Mbok Bug ini sebenarnya nasi lodeh rebung yang disajikan hangat-hangat dengan lauk yang bisa dipilih sesuai selera, misalnya sate daging/sate komo, jeroan, ayam goreng, dan lain-lain. Harga berkisar antara 10-20 ribu tergantung lauk yang dipesan. Untuk porsinya benar-benar mengenyangkan perut, nyam..nyam..

4. Surabi Imut 
Setelah puas makan yang berat-berat, saatnya ngemil, lho belum kenyang juga? Belom doonk hihi.. Kami segera menuju ke Pasar Klojen untuk ngemil si serabi ini. 


silahkan di zoom biar tulisannya kebaca yaa hehe
Selain rasanya enak, teman-teman bisa memilih bermacam-macam topping, untuk harga jangan khawatir karena bener-bener murah meriaah, bener-bener bikin kalap pokoknya hihi.. 4 serabi di atas itu cuma buat dua orang (saya dan suami), ya bisa dibayangin kan ya besarnya porsi makan kami *atau cuma aku aja?*

So, sudah siap berwisata kuliner di kota Malang foodies?

Monday, August 24, 2015

Menelusuri Sejarah di Museum Malang Tempo Doeloe

"Whoo tanggal 17 agustus pas dino senen yang, ayo nang Malang" Pak suami ganteng mengajukan ide yang amat sangat brilliant karena sudah berbulan-bulan rasanya kaki ini gatel pengen jalan-jalan dan wisata kuliner. Setelah berganti itinerary berkali-kali, akhirnya kami memutuskan untuk menginap semalam di kota apel ini, sebenarnya ini modus saya aja sih, biar lebih banyak tempat kuliner yang bisa didatangi, hihihi..

Karena kami traveler kere hemat, maka rencana jalan-jalan kami gak jauh-jauh dari yang namanya murah. Salah satu tujuan wisata yang murah meriah adalah museum Malang Tempo Doeloe. Dengan harga tiket 15 ribu rupiah saja, kami sudah bisa menikmati sejarah kota malang, ditemani mbak guide yang cantik pula, aseek, hehehe. Bagi teman-teman yang ingin berkunjung, Museum Malang Tempo Doeloe (MTD) ini terletak di jl. Gajah Mada atau di belakang Balai Kota Malang, bersebelahan dengan Resto Inggil.

Pertama kali datang, kami dibawa kembali ke masa 1,5 juta tahun lalu, tentang terbentuknya kota Malang, peninggalan zaman purba serta diorama cara penggalian peninggalan purbakala.

Source from here
Selanjutnya kita diajak untuk mengenal kerajaan-kerajaan yang pernah menduduki kota Malang, misalnya kerajaan Kanjuruhan, kerajaan Singasari dan kerajaan Kediri. Selain itu juga terdapat peninggalan-peninggalan pada masa jaman kerajaan tersebut. Di museum ini saya baru tahu tentang asal usul nama celengan, yang ternyata pada zaman dahulu tempat menyimpan uang memang dari tanah liat yang berbentuk babi yang dalam bahasa jawa dinamakan celeng. Namun sampai saat ini, walaupun bentuknya sudah bermacam-macam, tetap saja disebut celengan, hehe.


Setelah masa kerajaan, maka kita memasuki jaman penjajahan Belanda dan Jepang. Berbagai peninggalan dan bukti sejarah terbentuknya kota Malang ada di area ini. Uniknya terdapat diorama penjara dimasa penjajahan Jepang yang bisa menjadi spot foto yang unik untuk jiwa-jiwa narsis seperti saya hehe..



Mana ada orang masuk penjara sebahagia ini wajahnya, wkwkwkwk
Selanjutnya kita memasuki zaman kemerdekaan, dimana terdapat diorama pada waktu presiden Soekarno memimpin rapat KNIP, dan pada masa kemerdekaan. Mengunjungi  museum pada saat hari kemerdekaan Indonesia memang tepat, kapan lagi saya bisa upacara bendera di depan Presiden pertama RI? hihihi #dilemparUleg2


Terakhir, kita disuguhi suasana Malang tempo doeloe yang rutin digelar setiap tahun di kota Malang. Ada koleksi mainan tradisional, berbagai jenis topeng, serta baju-baju dan perlengkapan bertani pada jaman dulu. Oiya, baju-baju kebaya/beskap/blangkon yang dipamerkan disini bisa dipakai untuk properti foto loh, biar foto kalian makin terkesan jaman doeloe, hehe




"Ayo mbak e, mau jalan-jalan kemana lagi? Monggo saya bonceng hehehe"
^^