Monday, August 24, 2015

Menelusuri Sejarah di Museum Malang Tempo Doeloe

"Whoo tanggal 17 agustus pas dino senen yang, ayo nang Malang" Pak suami ganteng mengajukan ide yang amat sangat brilliant karena sudah berbulan-bulan rasanya kaki ini gatel pengen jalan-jalan dan wisata kuliner. Setelah berganti itinerary berkali-kali, akhirnya kami memutuskan untuk menginap semalam di kota apel ini, sebenarnya ini modus saya aja sih, biar lebih banyak tempat kuliner yang bisa didatangi, hihihi..

Karena kami traveler kere hemat, maka rencana jalan-jalan kami gak jauh-jauh dari yang namanya murah. Salah satu tujuan wisata yang murah meriah adalah museum Malang Tempo Doeloe. Dengan harga tiket 15 ribu rupiah saja, kami sudah bisa menikmati sejarah kota malang, ditemani mbak guide yang cantik pula, aseek, hehehe. Bagi teman-teman yang ingin berkunjung, Museum Malang Tempo Doeloe (MTD) ini terletak di jl. Gajah Mada atau di belakang Balai Kota Malang, bersebelahan dengan Resto Inggil.

Pertama kali datang, kami dibawa kembali ke masa 1,5 juta tahun lalu, tentang terbentuknya kota Malang, peninggalan zaman purba serta diorama cara penggalian peninggalan purbakala.

Source from here
Selanjutnya kita diajak untuk mengenal kerajaan-kerajaan yang pernah menduduki kota Malang, misalnya kerajaan Kanjuruhan, kerajaan Singasari dan kerajaan Kediri. Selain itu juga terdapat peninggalan-peninggalan pada masa jaman kerajaan tersebut. Di museum ini saya baru tahu tentang asal usul nama celengan, yang ternyata pada zaman dahulu tempat menyimpan uang memang dari tanah liat yang berbentuk babi yang dalam bahasa jawa dinamakan celeng. Namun sampai saat ini, walaupun bentuknya sudah bermacam-macam, tetap saja disebut celengan, hehe.


Setelah masa kerajaan, maka kita memasuki jaman penjajahan Belanda dan Jepang. Berbagai peninggalan dan bukti sejarah terbentuknya kota Malang ada di area ini. Uniknya terdapat diorama penjara dimasa penjajahan Jepang yang bisa menjadi spot foto yang unik untuk jiwa-jiwa narsis seperti saya hehe..



Mana ada orang masuk penjara sebahagia ini wajahnya, wkwkwkwk
Selanjutnya kita memasuki zaman kemerdekaan, dimana terdapat diorama pada waktu presiden Soekarno memimpin rapat KNIP, dan pada masa kemerdekaan. Mengunjungi  museum pada saat hari kemerdekaan Indonesia memang tepat, kapan lagi saya bisa upacara bendera di depan Presiden pertama RI? hihihi #dilemparUleg2


Terakhir, kita disuguhi suasana Malang tempo doeloe yang rutin digelar setiap tahun di kota Malang. Ada koleksi mainan tradisional, berbagai jenis topeng, serta baju-baju dan perlengkapan bertani pada jaman dulu. Oiya, baju-baju kebaya/beskap/blangkon yang dipamerkan disini bisa dipakai untuk properti foto loh, biar foto kalian makin terkesan jaman doeloe, hehe




"Ayo mbak e, mau jalan-jalan kemana lagi? Monggo saya bonceng hehehe"
^^

No comments:

Post a Comment